Jumat, 02 Maret 2012

KHABAR




Jenazah Kiai Faqih Disalati 19 Gelombang
TUBAN – Prosesi pemakaman pengasuh Ponpes Langitan, Widang, Tuban, Jatim, KH Abdullah Faqih kemarin dihadiri ribuan orang. Mereka ikut mengantar kepergian kiai karismatik itu di pemakaman umum Widang. Sebelum diberangkatkan ke pemakaman pada pukul 12.45, jenazah Kiai Faqih disalatkan di masjid ponpes. Karena banyaknya jamaah, salat jenazah berlangsung 19 gelombang.
Ulama khos yang hadir mendapat kesempatan menjadi imam sekaligus memimpin doa. Mereka, antara lain, KH Agus Ali Mashuri (Tulangan, Sidoarjo), KH Nurul Huda Jazuli (Ploso, Kediri), Sholeh Khosyim (Kediri), KH Lutfi (Surabaya), KH Zein (Bangil, Pasuruan), KH Aziz Masyhuri (Jombang), dan KH Hamid Baidlowi (Lasem, Rembang).
Meski tokoh nasional tidak terlihat, hampir semua petinggi di Jatim hadir. Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf datang pada pagi hari. Juga, unsur muspida dari Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Sebelum jenazah diberangkatkan, Widang sempat diguyur hujan deras hampir 35 menit. Menjelang pemberangkatan, hujan mendadak reda. Bupati Tuban Fathul Huda menyebut Kiai Faqih sebagai sosok yang ikhlas dan tidak mementingkan duniawi. “Sosok seperti beliau tiada duanya,” ujar Huda.
 
Sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman, keluarga Ponpes Langitan mengumumkan pengganti pengasuh ponpes setempat. Putra bungsu Kiai Faqih, yakni KH Ubaidillah (Gus Bed), dan KH Ali Marzuki (putra KH Ahmad Marzuki, saudara Kiai Faqih) dipercaya sebagai penasihat. Sementara itu, pemangku adalah Kiai Abdullah Habib Faqih (adik Gus Bed) dibantu putra-putra Kiai Faqih lainnya.
Hingga jenazah dimakamkan, tak terlihat satu pun tokoh nasional yang datang. Meski begitu, ada beberapa yang mengirimkan karangan bunga. Salah satunya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karangan bunga berwarna dasar biru tersebut dipasang persis di pintu masuk halaman ponpes.
Selain presiden, sejumlah menteri mengirimkan karangan bunga. Di antaranya, Menteri Agama Suryadharma Ali, Mendikbud M Nuh, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Aksa Mahmud dari Bosowa Grup. Selain itu, karangan bunga berasal dari beberapa partai politik dan lembaga perbankan.
Begitu membeludaknya jamaah, arus lalu lintas keluar masuk Tuban harus ditutup sejam lebih. Antrean kendaraan roda dua hingga roda empat mencapai beberapa kilometer. Kabagops Polres Tuban Kompol Suhartono mengatakan, untuk pengamanan jalannya pemakaman Kiai Faqih, pihaknya menerjunkan seratus personel gabungan. Kekuatan tambahan lain adalah 50 personel TNI dan sekitar 150 anggota banser.

Pengasuh Kiai Langitan Abdullah Faqih wafat, Rabu (29/2/2012). Kiai yang kerap jadi rujukan tokoh nasional ini akan dimakamkan esok.
Kiai Faqih mengembuskan nafas terakhir di kediamannya, Ponpes Langitan, Widang, Tuban. Sebelumnya, ia jatuh dan pernah sakit selama beberapa waktu. Bahkan ia juga sempat dirawat di RS Graha Amerta, Surabaya. “Meninggal sekitar pukul 18.30 WIB,” kata Ketua DPP PKNU Chairul Anam.
Di kalangan NU, kiai Faqih tergolong kiai khos atau kiai utama. Selain mengelola pesantren, kiai asli Tuban ini aktif di berbagai kegiatan sosial dan politik. Ia tercatat sebagai Rais Mustasyar DPP PKNU.
Cak Anam, panggilan akrab Chairul Anam, mengaku terakhir bertemu dengan Kiai Faqih pada Minggu (26/2) lalu. Saat itu, Anam tak sempat berbincang banyak karena kondisi Kiai Faqih sudah drop.
Pantauan detiksurabaya.com, ribuan pelayat yang mengetahui kepergian sang kiai ini memenuhi sekitar areal pondok yang lokasinya berada di tepi jalan poros Surabaya – Tuban ini. Sedangkan para santri yang mondok di ponpes ini berkumpul di aula pondok sembari membaca doa.
Salah seorang warga Babat, Lamongan, Faturrohim kepada detiksurabaya.com, mengatakan begitu mendengar kabar meninggalnya salah seorang kiai kharismatik ini, warga sekitar dan para alumni Ponpes Langitan langsung berdatangan. Mereka ingin ikut memberikan penghormatan terakhir.
“Sejak selesai isya tadi pondok langsung ramai oleh pelayat,” terangnya.
Sementara itu, sampai saat ini sejumlah persiapan untuk menerima para pelayat pun sudah dilakukan oleh pihak keluarga besar KH Abdullah Faqih. KH Abdullah Faqih menurut rencana akan dimakamkan pada Kamis (1/3) besok usai salat dzuhur di makam keluarga Ponpes Langitan Tuban.
Kiai Faqih berperan besar dalam gonjang-ganjing politik pasca reformasi, terutama saat almarhum Abdurahman Wahid atau Gus Dur dicalonkan sebagai presiden. Atas perannya itu, muncul istilah “Poros Langitan”. Poros ini merespons adanya dua kutub politik yang saling bertentangan saat itu.
Sumber: Radar Cirebon // detikcom



Tidak ada komentar: